Kamis, 05 Januari 2017

Gaya Piknik Wanita Karir

3 Macam Gaya Piknik Perempuan Sibuk di Ruang Publik

mepnews.id  Wanita karier, mungkin sebutan singkatnya begitu bagi perempuan yang memilki aktivitas padat di ruang publik.
Wanita karir dapat dipastikan memiliki pertimbangan baik dalam kerjanya temasuk membuat pilihan-pilihan aktivitas untuk mengurai kejenuhan dan keletihan tugas publiknya alias gaya pikniknya.

Pilihan piknik bagi mereka tentunya didasari pada hasil yang membawa manfaat bagi diri dan lingkungannya, tidak sekedar piknik asal ' happy'.
Berikut ini tawaran piknik  bijak dan membuat hati lega dan pikiran bisa segar kembali.

1. Sebagai perempuan yang menyukai keindahan  meskipun sibuk bekerja, wanita karier memenuhi kebutuhan pikniknya bisa dengan merawat bunga-bunga di halaman atau di kebun rumahnya, kesempatan memberi hari libur bagi tukang kebun jugakan? Bagi wanita karier, menciptakan lingkungan yang  indah atas jerih payahnya sendiri adalah kepuasan batin yang tak kalah pentingnya dengan deadline tugas kantornya.

2. Kembali ke dapur.  Suatu hari istri seorang pejabat di Surabaya mengeluh kepadanya karena sibuk berkerja, lalu ia menyuruh istrinya tesebut untuk pergi ke dapur, memasak. Selain memasak, banyak yang dikerjakan di sana, bisa mencuci alat memasak dan alat makan, dan membersihkan dapur. Dijamin pikiran fresh kembali karena wanita karir  pasti menyukai lingkungan bersih dan tertata rapi, apalagi  di rumahnya sendiri.

3. Membersihkan, merapikan dan menata kembali rumahnya. Aktivitas ini bisa berupa menyapu rumah, ngepel lantai, mencuci baju anggota keluarganya dan lain-lain. Wanita karir adalah perempuan yang suka melihat semua pekerjaaan beres pada waktunya; tidak terbiasa menunda pekerjaan .

Bercengkrama dengan suami dan anak-anak boleh pula disebut piknik, namun ketiga tawaran di atas adalah pilihan bijak berpiknik yang lebih mengarah pada hasil yang berkwalitas ketimbang pergi ke tempat wisata dengan meninggalkan rumah selalu diurus asisten rumah tangga atau bahkan tidak terurus sama sekali. Bisa jadi fresh saat di resort namun pulang akan suntuk lagi melihat rumah dan perabotannya berantakan dan kotor.

Tentu saja, ketiga tawaran tersebut tidak selalu harus dilaksanakan bersama -sama. Sekali lagi, perempuan harus menggunakan kecerdasannya untuk memutuskan  kegiatan apa yang mampu ia lakukan agar pikirannya fresh kembali dan menghasilkan suatu yang bermanfaat untuk lingkungannya.
Wanita karir yang sukses adalah perempuan cerdas yang mengabdikan dirinya untuk kebermanfaatan sebanyak banyaknya kehidupan,temasuk saat ia memilih bentuk pikniknya.

Ada ungkapan Jawa yang mengatakan " sakduwur duwur e pendidikan e wong wadon, mlayune tetap nang pawon"
( Bagaimanapun tingginya pendidikan perempuan, akan kembali juga ke dapur).
Tidak bermaksud melakuan penggembosan terhadap perjuangan feminisme, memang sepertinya ada naluri bahwa mengurusi ruang domestik bagi perempuan  itu membuat hati menjadi tenang dan senang. Saya sudah membuktikan. Silahkan Anda mencobanya.

Oleh Astatik Bestari
Menemukan Kehebatan Seseorang dari Pengorbanannya

mepnews.id   Buku ini saya peroleh gratis dari pertemuan kegiatan komunitas Ojo Leren Dadi Wong Becik  Senajan Mung Sakdetik, 29 Desember 2016 lalu di Sekolah Garasi Turen Malang  Jawa Timur.

Lagi-lagi saya kagum dengan komunitas ini. Selain penyelenggaraannya yang cukup menggunakan publikasi melalui sosial media dan mendapat respon baik dari daerah di Jawa Timur seperti Bojonegoro Pasuruan, Madura,  Jombang, Madiun, Nganjuk, Situbondo ada pula dari Jakarta ( dari Pelangi Cyber School) untuk hadir di acara ini, yang pasti  banyak pengorbanan dilakukan orang-orang yang terlibat dalam acara ini.

Mereka datang dalam pertemuan yang diselenggarakan komunitas ini atas inisiatif dan biaya sendiri tentunya, tidak ada SPPD untuk pengajuan uang transport atau didanai oleh orang ketiga, sebagaimana yang biasa diperoleh saat mereka mengikuti kegiatan workshop, seminar atau pertemuan ilmiah lainnya.

Tuan rumah acara inipun menjamu para pegiat pendidikan yang hadir di dalamnya ketika saya tanyai berapa kontribusi yang dibayar untuk ikut acara ini tidak menjawab, dan sampai acara ini selesai tidak ada pengumuman jumlah cost yang dikeluarkan untuk pertemuan komunitas tersebut.

Saya menilai komunitas ini semakin hebat ketika Pak Nafik membagikan seratusan buku karyanya secara gratis ( buku- buku best seller) untuk para hadirin yang terlibat pertemuan komunitas ini. Pembagian buku ini juga diikuti oleh salah satu hadirin, Bu Sakti namanya, seorang pengelola PAUD sukses yang ingin bertukar  buku karyanya tentang sejarah berdirinya PAUD yang ia kelola kepada Pak Nafik dan beliau juga memohon kepada Pak Totok Isnanto untuk memberi kata pengantar pada buku karya keduanya kelak.

Well, inikah orang-orang hebat itu? Mereka berjuang sungguh - sungguh untuk kehidupan yang lebih baik khususnya yang concern di dunia pendidikan.Datang ke pertemuan komunitas  tanpa merasa terbebani pengorbanan waktu, tenaga dan biaya. Tuan rumah kegiatan inipun ringan berbagi informasi jauh-jauh hari agar bisa mengikuti pertemuan ini, menjamu para hadirin dengan semangat ikhlas saat kegiatan berlangsung. Para  pemilik karya pun ringan berbagi hasil karyanya yang berisi sekumpulan ilmu pengetahuan berupa buku.

Ingin terlibat dalam komunitas ini? Tahun depan refleksi pendidikan nonformal oleh komunitas ini direncanakan  bertempat di Pasuruan.
"Komunitas ini tidak berpintu, siapapun boleh masuk. Terlibat dalam komunitas ini wajib menanggalkan tanda pangkat, kedudukan, gelar dan lain lain, karena orang-orang di dalamnya merekat tanpa sekat dan tanpa perekat. Tidak ada aku, kamu, mereka , yang ada hanya kita". Begitu kata Pak Kentar salah satu inisiator terbentuknya komunitas ini.

Selasa, 03 Januari 2017

Orang Orang Hebat

Menemukan Kehebatan Seseorang dari Pengorbanannya

mepnews.id   Buku ini saya peroleh gratis dari pertemuan kegiatan komunitas Ojo Leren Dadi Wong Becik  Senajan Mung Sakdetik, 29 Desember 2016 lalu di Sekolah Garasi Turen Malang  Jawa Timur.

Lagi-lagi saya kagum dengan komunitas ini. Selain penyelenggaraannya yang cukup menggunakan publikasi melalui sosial media dan mendapat respon baik dari daerah di Jawa Timur seperti Bojonegoro Pasuruan, Madura,  Jombang, Madiun, Nganjuk, Situbondo ada pula dari Jakarta ( dari Pelangi Cyber School) untuk hadir di acara ini, yang pasti  banyak pengorbanan dilakukan orang-orang yang terlibat dalam acara ini.

Mereka datang dalam pertemuan yang diselenggarakan komunitas ini atas inisiatif dan biaya sendiri tentunya, tidak ada SPPD untuk pengajuan uang transport atau didanai oleh orang ketiga, sebagaimana yang biasa diperoleh saat mereka mengikuti kegiatan workshop, seminar atau pertemuan ilmiah lainnya.

Tuan rumah acara inipun menjamu para pegiat pendidikan yang hadir di dalamnya ketika saya tanyai berapa kontribusi yang dibayar untuk ikut acara ini tidak menjawab, dan sampai acara ini selesai tidak ada pengumuman jumlah cost yang dikeluarkan untuk pertemuan komunitas tersebut.

Saya menilai komunitas ini semakin hebat ketika Pak Nafik membagikan seratusan buku karyanya secara gratis ( buku- buku best seller) untuk para hadirin yang terlibat pertemuan komunitas ini. Pembagian buku ini juga diikuti oleh salah satu hadirin, Bu Sakti namanya, seorang pengelola PAUD sukses yang ingin bertukar  buku karyanya tentang sejarah berdirinya PAUD yang ia kelola kepada Pak Nafik dan beliau juga memohon kepada Pak Totok Isnanto untuk memberi kata pengantar pada buku karya keduanya kelak.

Well, inikah orang-orang hebat itu? Mereka berjuang sungguh - sungguh untuk kehidupan yang lebih baik khususnya yang concern di dunia pendidikan.Datang ke pertemuan komunitas  tanpa merasa terbebani pengorbanan waktu, tenaga dan biaya. Tuan rumah kegiatan inipun ringan berbagi informasi jauh-jauh hari agar bisa mengikuti pertemuan ini, menjamu para hadirin dengan semangat ikhlas saat kegiatan berlangsung. Para  pemilik karya pun ringan berbagi hasil karyanya yang berisi sekumpulan ilmu pengetahuan berupa buku.

Ingin terlibat dalam komunitas ini? Tahun depan refleksi pendidikan nonformal oleh komunitas ini direncanakan  bertempat di Pasuruan.
"Komunitas ini tidak berpintu, siapapun boleh masuk. Terlibat dalam komunitas ini wajib menanggalkan tanda pangkat, kedudukan, gelar dan lain lain, karena orang-orang di dalamnya merekat tanpa sekat dan tanpa perekat. Tidak ada aku, kamu, mereka , yang ada hanya kita". Begitu kata Pak Kentar salah satu inisiator terbentuknya komunitas ini.

Selasa, 20 Desember 2016

Ayahku Hebat! Hadir di Rapat Wali Murid Sekolah Saya

"Ayah, Terimakasih Telah Hadir dalam Rapat Wali Murid Sekolah Saya "

Beberapa hari setelah kegiatan rapat wali murid untuk mengambil raport semester ganjil atau kegiatan parenting PAUD, saya melihat beberapa postingan orang-orang hebat dalam status, foto dan komentar di beranda facebook saya.
"Kyai ayah yang hebat"  Saya berkomentar pada foto seorang tokoh masyarakat dan tokoh agama.
"Alhamdulillah, diberi kesempatan Allah untuk menghadiri ini,Ning Guru" begitu komentar baliknya pada postingan fotonya beliau dalam ruang rapat...

"Ibunya hamil tua, kelas anak saya di lantai 2, terpaksa saya yang ambil raport.." Ini salah satu komentar orang hebat berikutnya, ketika saya juga berkomentar apresiatif atas kehadiran beliau di sekolah putra/putrinya.
"Sepanjang yang saya terima dari salah satu pertemuan orang tua, katanya anak yang dekat dengan ayah lebih cerdas.Rosiana Silalahi ( Host salah satu stasiun TV swasta negara kita) mengatakan pula bahwa 'pria nampak seksi dengan ikut andil dalam ngurusi anak-anaknya" komentar balik saya pada beliau yang istrinya sedang hamil tua.

"Wkwkwk... Ibunya mengajar, terpaksa saya yang datang".
Komentar balik atas apresiasi saya berikutnya, pada postingan milik seorang ayah yang menghadiri kegiatan parenting PAUD sekolah putranya.
"What? Kok terpaksa?" Saya balik berkomentar...

Ayah-ayah yang hebat, saya jadi ingat ayah saya juga. Sejak saya TK sampai SMP kelas dua, beliau yang mengambilkan raport saya, beliau juga yang selalu berkomunikasi dengan guru-guru saya di luar rapat wali murid.Pada tahun-tahun berikutnya, ibu yang hadir pada rapat wali murid karena ayah sakit stroke.
Senangnya saya sepulang dari rapat wali murid, ada saja yang diceritakan ayah. "Astatik itu anak tunggal ya,Pak?" Suatu kali Ayah mulai bercerita sapulang rapat wali murid.
"Meskipun demikian,jangan dimanja ya,Pak".   Ayah saya mengulangi peringatan bersahabat guru saya. Saya merasa ada informasi baru tentang diri saya ini, sehingga saya menyesuaikan diri sesuai pola pikir saya waktu itu. "Oh, berarti manja itu tidak baik" Benak saya menyimpulkan bagitu...

Ayah saya mungkin sama dengan ayah orang lain. Kadang-kadang saya sebal juga dengan aktivitas partai dan organisasinya.
 "Mesti abah iki, balak balik rapat". Suatu malam, saya membukakan pintu rumah untuk beliau yang baru datang dari rapat NU.
O, ya saya memanggil ayah saya 'abah', dan kini panggilan serupa saya tiru untuk anak-anak saya. Kala itu, ayah diam saja mendengar ungkapan kejengkelan saya. Begitulah, meskipun saya masih kecil, apa yang saya ungkapkan pasti menjadi pertimbangan beliau juga ibu saya dalam mendidik saya...

Ayah - ayah yang  hebat,
Jangan-jangan putra dan putri Ayah juga demikan saat Ayah mengambil raport mereka . Mereka merasa senang, mereka jadi jengkel ketika Ayah  sangat sibuk dengan aktivitas Ayah di luar rumah.

Ayah dan Bunda, luangkan waktu untuk hadir dia acara anak-anak kita, dari sanalah kita akan mengetahui seberapa hebatnya anak-anak kita  di mata gurunya dan warga sekolah lainnya.

20Desember 2016

Sabtu, 17 Desember 2016

Ketika Si Kecil Membuat Generalisasi

Anak, Selain Peniru yang Ulung juga Pembuat Generalisasi yang Hebat

Rupanya kepagian kami mengunjungi pusat perbelanjaan di daerah kami.
"Wong belum buka, kok sudah banyak yang parkir ya, Dik?" Tanya saya asal saja kepada juru parkir di situ, melihat pelataran parkir banyak kendaraan.
"Oh, itu motornya bapak bapak yang selingkuh". Jawabnya malu-malu.Kami terdiam. Saya mengangguk saja.
"Banyak ya, yang selingkuh di sini". Tiba-tiba Sulung saya yang saat itu kelas 2 MI nyeletuk mengetahui kendaraan yang berdatangan untuk parkir bartambah banyak.
Abinya refleks ,"Omy, tidak baik ngomong begitu".
Sulung saya diam sejenak seolah bingung tiba-tiba abinya berkata dengan nada tinggi.
"Kakak, 'selingkuh' itu abinya atau uminya tidak saling menyayangi. Bisa abinya yang tidak sayang, atau uminya yang tidak sayang. Orang- orang yang sepeda motornya  diparkir itu tidak semuanya begitu.". Saya menjelaskan dengan hati-hati. Dia diam, mungkin berpikir atau apalah. Sejak saat ia tidak ada lagi bahas selingkuh, mungkin ia sudah paham dengan pemahamannya sendiri tentunya.

Begitu juga saat ia masih TK. Teman-temannya main ke rumah.
"Kan ada jajan di toples yang disiapkan umi di meja,Kak". Saya agak terkejut  dan  merasa kehilangan setoples jajan hari raya untuk persediaan tamu.Terlebih kondisi ekonomi kami belum stabil waktu itu, benar-benar kehilangan rasanya.
"Jajan di meja sudah melempem,katanya bu guru, memberi ke orang lain dengan yang baik-baik, ya kakak ambil jajan yang disimpan di lemari..."
Ah.. tidak jadi marah akhirnya, walau ada yang hilang, tapi apologi lugunya itu sungguh mengingatkan saya tentang berbuat baik yang tulus.

 Tidak jauh berbeda dengan kakaknya, adiknya juga demikan. Sore tadi ia mengingatkan saya agar dibelikan sepeda berdinamo, tenaga penggerkanya dengan listrik jika ia rangking 1.
"Ya tidak cuma rangking 1, Adik juga mau dikhitan kelas 4 nanti". Saya merespon singkat.
"Umi pernah ngomong kalau umi selalu mengikuti aturan yang dibuat abi, itu tadi abi bilang kalau adik rangking 1 akan dibelikan sepeda 'ces-cesan'... "Waduh, mungkin abi sangat senang saat mengetahui bungsu kami peringkat kelasnya meningkat dari peringkat 12 pada kelas 2 yang lalu, siang tadi raportnya menginformasikan ia dapat ranking 9.
Beliau memberi apresiasi sekaligus memotivasinya untuk terus dapat meningkatkan prestasi sekolahnya, dan saya belum tau itu.
"Baiklah, doakan rezeki kita bertambah barokah,agar umi dan abi bisa membelikan adik sepeda ces-cesan ..."
Saya menyerah, alasannya tidak patut untuk disanggah lagi. Saya mati kutu dengan  pola pikirnya yang menggeneralisasikan ketetapan saya sendiri 'umi mengikuti aturan apapun yang dibuat abi'.
17 Desember 2016

Catatan Tentang UAS

UAS ( Ujian Akhir Semester) Tidak Menakutkan. Yakinlah itu,Ayah & Bunda.

"Umi, adik tadi ujian" Suatu kali, datang dari sekolah bungsuku  bercerita. Sambil menggganti baju seragam dengan baju rumahnya aku menanggapi antusias. " Oh,ngge ta? Terus bisa mengerjakan?" Ia senyum-senyum.
 " Tadi ada yang tidak bisa, terus adik tanya teman-e adik". Kuikuti langkahnya ke kamarnya.
 " Meski  Adik tidak tanya ke teman,  tidak apa-apa kok, bilang saja sama bu guru kalau adik tidak bisa mengerjakan". Aku merespon ceritanya ringan saja. Mengajarinya jujur sejak dini itu enak ya, Ayah & Bunda?
 Cerita itu diulanginya lagi kepada abinya pada sore harinya.
Memangnya, TK menguji kemampuan akademik juga? Cobalah Ayah dan Bunda tanya pada guru anak anak, sudah layakkah anak anak ada tes akademik ? Kalau kurang puas, coba browsing tentang kurikulum TK/ PAUD, Ayah dan Bunda akan mengatahui bahwa anak anak usia TK kegiatan pembelajarannya lebih ditekankan pada motorik halus, motorik kasar, moral agama dan sosial. Coba deh datang k sekolah untuk mengetahui hal ini.
...
Berikut ini cerita tentang Si Sulung yang duduk di kelas 5 waktu itu.

"Kakak sekarang ujian semester ya?"    tanyaku  suatu sore usai ia mengaji. "Enggeh" Jawabnya singkat sambil berlalu ke kamarnya.
 "Sudah belajar,Kak?" Tanyaku lagi. Ia muncul dari kamarnya sambil tersenyum saja. Hemhmmm... tahu banget aku, memang ia tidak pernah belajar. Aku juga tidak memaksanya untuk belajar, yang penting waktunya mengaji ia berangkat ngaji, pagi 04.00 sebelum sholat subuh ia berangkat ke pondok, pulang sekitaran jam 06.00.
Ya begitulah ketika waktunya sholat,ia berangkat sholat, nawafil juga jalan walau masih sholat dhuha saja. Puasa romadhonnya tidak bolong-bolong.Ia selalu berangkat ke sekolah setengah jam sebelum bel masuk padahal jarak rumah dengan MInya kurang dari 1/2km. Orangtuanya, kami maksudnya kalau ada kerepotan juga dibantu. Sepulang ngaji ia nyapu rumah dan halaman, walaupun nanti juga kusapu lagi  sekiranya ia sudah sampai di sekolahnya. Senang melihat masih kecil bisa bantu tugas rumah kami. Saat ia lulus MI lanjut mondok jauh dari rumah,  adiknya berujar " Kalau tidak ada kakak, ndak enak, adik tidak ada yang membela kalau ada teman e adik yang nakal sama adik.." Teman-temannya merasa nyaman bersamanya. Kukatakan begitu karena tidak pernah kudengar ia terlibat pertengkaran dengan teman-temannya. Alhamdulillah, terkadang sayup-sayup kudengar ia berdendang nadhoman, entah itu diajarkan di pondoknya atau di madrasahnya.
Ayah &Bunda,
Jaman mereka tidak sama dengan jaman kita, ia sudah bisa belajar banyak hal di luar sekolahnya. Informasi yang mereka terima juga dari arah manapun.
Boleh jadi, ilmu pengetahuan yang mereka dapat di luar sekolah lebih canggih dan lebih update ketimbang yang mereka peroleh di sekolahnya. Sehingga peristiwa apapun yang mereka lalui pasti istimewa, bukan hanya UAS  dan ujian ujian sekolah saja ya,Ayah & Bunda?
Anak anak kita, saatnya dibekali ahlaq bagaiamana ia mengikuti perkembangan jamannya. Begitu mungkin ya,Ayah & Bunda?

Ini sekelumit upayaku bersama abinya anak-anak kiranya kami tidak terlena dengan tuntutan rutin semester dari sekolah.
Kami hormati aturan sekolah, namun kami juga tahu prioritas bagi anak anak kami.

 Robbanaa, hablana min azwajinaa wadhurriyatinaa qurrota 'ayun waj'alnaa lil muttaqinaa imamaa , 9 Desember 2016

"Anakku, Life is never flat"

Saya masih ingat, bagaimana ayah saya menyikapi kesedihan saya ketika nilai ulangan harian saya tidak sesuai harapan.
" Tidak apa-apa, Rasulullah SAW juga tidak selalu menang dalam peperangannya...". Begitulah beliau menenangkan dan menghibur saya kala itu.Ternyata ungkapan seperti itu saya tiru dalam mendidik anak-anak saya.

Dulu, ketika Sulung saya nyantri di pesantren Pakdenya dekat rumah, masih beberapa hari, dia tiba-tiba pulang dengan menangis. "Kepalanya kakak dilempari nasi sama temannya Kakak..." Ia bercerita sambil sesenggukan. "Kakak, Rasulullah itu orang yang sudah jelas disayangi Allah, itu saja masih dilempari kotoran hewan oleh orang yang tidak menyukai beliau, beliau sabar, tetap berjuang...." Ia diam. Sorenya, ia disuruh kembali k pondok oleh abinya. Kini, ia sudah mondok jauh dari rumah kami, tidak lagi manja; cerita Pak Kyainya ia lebih bijak di antar teman sebayanya. Wallahu 'alam.

Cerita lain tentang Bungsu kami yang saat ini mengaji al-Qur'an dan belajar agama bersama saya, saya motivasi agar ia juga belajar hal tersebut di pesantren dekat rumah, pesantren Pakdenya juga sama seperti kakaknya dulu. " Adik takut kalau ndak bisa, terus dimarahi lho, Mi." Jawabnya menampakkan kegalaunya.
"Cuma dimarahi kan,Dik? Rasulullah yang disayangi Allah saja, masih dilempari batu oleh kaum Thaif, diludahi oleh orang kafir, ketika yang meludahi sakit, Rasulullah nyambagi orang tersebut..." Si Bungsu terdiam juga mendengar paparan saya ini. Harapan saya cara pandangnya terbuka luas dalam menyikapi dinamika hidupnya, bahwa 'life is never flat'. Kini  saya tinggal menunggu ia menerima permintaan saya agar  mengaji di luar rumah, berbaur dengan teman sebayanya. Saya memberi waktu , "setelah menerima raport semester ganjil ini, Jangka mengaji di pondoknya Pakde Mas'ud ya?" Beberapa waktu lalu saya mengungkapkan hal itu.

Anak-anak kita sama seperti kita, suatu saat berada pada situasi yang tidak mereka inginkan. Menenangkan mereka dengan cerita logis dan penuh keteladanan dari tokoh-tokoh dunia nampaknya lebih bijak dan menyentuh relung hatinya, sehingga menjadi penguat baginya dalam menapaki hidup di dunia yang selalu memberi kepastian bahwa cobaan itu pasti ada.
17 Desember 2016



Maulid Nabi di Daerahku

SELAMAT ULANG TAHUN NABI MUHAMMAD SAW, SYAFAATI KAMI DI AKHIRAT KELAK

Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW selalu memberikan kesan yang mendalam pada tiap tahunnya. Di daerah saya, Mojowarno Jombang sejak 10Robiul awal sudah ramai pembacaan diba' di tiap musholla. Pada malam 12 Robiul awal peringatan semakin meriah dengan tradisi  masyarakat "obyaran",  uang logam recehan disebarkan saat mengucapkan "allahumma sholli ala muhammad" pada saat 'srakalan' ( para jamaah berdiri  bersholawat kepada nabi, sebagaimana yang biasa dibacakan saat kedatangan pengantin putra di daerah Jawa)
Di daerah asal saya, Kutorejo Mojokerto, istilah 'obyaran' ini dinamai 'udik -udikan'.

Dulu, tumpeng- tumpeng yang disajikan untuk 'muludan' istilah jawanya peringatan Maulid Nabi ini menggunakan 'layah' salah satu perabot rumah tangga untuk menghaluskan bumbu dapur yang terbuat dari tanah liat yang sudah dibakar. Tumpeng-tumpeng muludan ini isinya, selain nasi dan lauk pauk ada pula berisi buah-buahan.

Di daerah Kebumen, ada acara tukar menukar buah-buahan antar warganya di samping ada pembacaan barzanji sampai habis satu kitab sehingga bubarnya kegiatan sampai larut malam sekitaran jam 02.00 . Di pesisir pantai selatan di Kebumen ini, para santri shodaqoh telur asin, juwadah atau makanan untuk guru-gurunya.

Di Tegal ada pula kegiatan takwinan pada hari kedelapan maulid nabi ini. Takwinan ini dulunya menggunakan 'layah' berisi kue-kue. Saat ini 'layah sudah diganti dengan piring dan atau beberapa perabot dapur lainnya.
"Malam rolasan" istilah di Tegal ini diramaikan dengan tukar- menukar ember antar warganya.
Allahumma sholli ala muhammad, syafaati kami di akhirat kelak.

#sumber informasi tradisi tersebut dari percakapan WA anggota yang berada di daerah tersebut