Rabu, 11 Januari 2012

METODOLOGY TAFSIR AL-QUR'AN*)


1. METODOLOGI TAHLILY
          Yaitu mengkaji ayat-auat Al-Qur’an dari segi dan maknanya dengan cara menarsirkan Al-Qur’an ayat demi ayat, surat demi surat sesuai urutan dari mushaf utsmani
Pembagian Tafsir tahlily menjadi 7 macam yaitu :
  1. Tafsir bilmatsur
  2. Tafsir bilro’yu
  3. Tafsir sufi
  4. Tafsir fiqih
  5. Tafsir falsafi
  6. Tafsir ilmi
  7. Tafsir adaby

  3. TAFSIR SUFI 
 Syarat Tafsir sufi dapat di terima jika.
-       tidak menolak makna lahir dari ayat al-quran.
-       penafsirannya di perkuat dari dalil syara’ lain.
kitap-kitap tarsir sufy
1.    Tafsir Al-Qur’anul Adhim oleh Imam at-Tustury
2.    Haqaiaq al-hadits  oleh al Allamah, al-Sulamy
3.    arains al-bayan tentang haqaiq Al-Qur’an  oleh Imam al-Syirazy.

  4. TAFSIR FIQIH
   Tafsir fiqih bermula dari dasar-dasar hukum Islam yang di ambil dari Al-Qur’an yang umumnya pada awal Tafsir fiqih cenderung pada penafsiran sesuai madhab mufasir yang bersangkutan.
 Contoh kitab Tafsir fiqih
  1. Ahkamul Qur’an karangan al-Jasshash
  2. Ahkamul Qur’an karangan Abn al-Arabi
  3. al-Jami ilakam al-qQur’an karangan Imam al-Qurtubi

   5. TAFSIR FALSAFI
    Tafsir falsafi perkembangannya sejalan dengan perkembangan filsafat di agama Islam. Kitab Tafsir yang terkenal karangan al-Fakhr al-Rozi yaitu Mafatih al-Ghoib.

   6. TAFSIR ILMI
    Tafsir yang membahas pengetehuan ( ilmu = universal )
Kitab Tafsir ilmi antara lain  ditulis:
1. al-Allamahwahid al-din Khan
2. Dr. Muhammad Ahmad al-Ghamrawi
3. Dr. Jamal al-din al-Fandi
4. Abd Rozaq Naufal


    7. TAFSIR ADABY
     Tafsir abadi mengungkapkan segi balaghoh dan kemukjizatan Al-Qur’an, menjelaskan makna-makna dan sejarah-sejarah yang datuju oleh Al-Qur’an mmengungkapkan hukum-hukum alam yang agung dan tatanan kemasyarakatan yang di kandungnya. Mampu memecahkan problematika umat Islam khususnya dan umat manusia pada umumnya dengan mengedepankan petunjuk-petunjuk Al-Qur’an memadukan antara Al-Qur’an dan teori-teori yang benar. Menegaskan kepada manusi bahwa Al-Qur’an adalah kitab Allah yang abadi mampu mengikuti perkembangan waktu & manusia, mampu menolak kesamaran.
Contoh kitab Tafsir abadi antara lain :
  1. Tafsir al-Manar, karya Imam Syeh m. al-Abdu & Rashid Rlidho
  2. Tafsir Al-Qur’an, karangan Ahmad al-marawi
  3. Tafsir Al-Qur’anul karim, karangan Mahmud Syaltut
  4. Tafsir al-wadlih, karya Mr. Mahmud Hijazi


2.  METODOLOGI TAFSIR IJMALY
     Tafsir ijmaly yaitu penarsiran Al-Qur’an dengan secara singkat dab global tanpa uraian panjang lebar.
  Di antara kitab-kitab dengan metode ijmaly yaitu :
1. Tafsir al-Jalalayn karya Jalal al-din al-suyuthi & Jalal al- din al-Mahalli.
2. Tafsir Al-Qur’an al-Adhim  karya ustadz Muhammad Farid Wajdi.
3. shafwah al-bayan lima’any Al-Qur’an karya syaikh husanain Muhammad makhlut.
4. Tafsir Al-Qur’an  karya Ibn Abbas yang di himpun oleh al-Fayruz Abady.
5. al-Tafsir al-wasith produk lembaga pengkajian universitas al-azhar, Mesir karya suatu committe ulama’
6. al-Tafsir al-Muyassar karya Syaikh Abd al-Jalil Isa
2. Tafsir Al-Qur’an al-Adhim         
7. al-Tafsir al-mukhtashar  produk majlis tinggi urusan ummat Islam karya suatu commite ulama’.

3. METODE TAFSIR MUQARAN
        Metode Tafsir muqaran yaitu metode yang ditempuh oleh seorang mufassir dengan cara mengambil sejumlah ayat Al-Qur’an, kemudian mengemukakan penafsiran para ulama’ Tafsir terhadap ayat-ayat itu, baik mereka termasuk ulama’ salaf atau ulama’ hadis yang metode dan kecenderungannya mereka berbeda-beda, baik penafsiran mereka berdasarkan riwayat yang bersumber dari Rosullulloh SAW, para sahabat atau tabi’in ( Tafsir bi al-matsur ) atau berdasarkan rasio ( ijtihat, Tafsir bi al-ra’yi ) dan mengungkapkan pendapat mereka serta membandingkan segi-segi dan kecenderungan-kecenderungan masing-masing yang berbeda dalam penafsirah Al-Qur’an. Kemudian menjeleskan siapa diantara mereka yang penafsirannya di pengaruhi oleh perbedaan madzab, siapa di antara mereka yang penafsirannya ditujukan unstuck melegitimasikan satu golongan tertentu atau mendukung alian tertentu dalam Islam.


                             4. METODE TAFSIR MAWDLU’Y
     Metode Tafsir mawdlu’y ( tematik ) yaitu metode yang di tempuh oleh seprang mufassir dengan cara menghimpun seluruh ayat-ayat Al-Qur’an yang berbicara tenteng satu masalah tema ( mawadlu’ ) serta mengarah kepada satu pengertian dan satu tujuan, sekalipun ayat-ayat itu ( cara ) turunnya berbeda, tersebar berbagai surat dalam al-qur’am & berbeda pula waktu & tempat turunnya. Kemudian ia menentukan urutan ayat-ayat itu sesuai dengan masa turunnya, mengemukakan sebab turunnya sepanjang hal itu di mungkinkan ( jika ayat-ayat itu turun karena sebab-sebab tertentu ). Menguraikannya dengan sempurna, menjelaskan mmmakna dan tujuannya, mengkaji terhadap seluruh segi dan apa yang dapat di isthibatkan darinya, segi I’robnya, unsure-unsur balaghohnya, segi-segi I’jaznya ( kemu’jizatannya ) dll. Sehingga satu tema itu dapat di pecahkan secara tuntas berdasarkan seluruh ayat Al-Qur’an itu & oleh karenanya tidak di perlukan ayat-ayat lain.
 *) catatan ini ada beberapa yang perlu diedit,mohon dibaca kembali buku
 Metodology Tafsir oleh Hasan Al Aridly