Minggu, 03 Maret 2013

Astatik Mufidah berbagi: Karya Nyata: Kemitraan menuju Kemandirian Lembaga


MENCIPTAKAN KEMANDIRIAN LEMBAGA
DENGAN MENYINERGIKAN KEBUTUHAN MASYARAKAT  MELALUI PENYELENGGARAKAN KEGIATAN PRA KOPERASI DI PKBM BESTARI

 











 









PUSAT KEGIATAN BELAJAR MASYARAKAT
“BESTARI”
Sekretariat : Catakgayam Mojowarno Jombang kode pos 61475, telp : 0321-2910154, 085731623678
e-mail: pkbmbestari@ymail.com blog: pkbm-bestari.blogspot.com



BAB I
PENDAHULUAN
A.  Latar Belakang
Lembaga pendidikan non formal dan informal  seperti PKBM adalah lembaga yang memiliki kewajiban yang sama dengan lembaga pendidikan formal lainnya untuk  ikut serta mencerdaskan bangsa (secara implicit tertuang dalam UU No. 20  tahun 2013 tentang sistem pendidikan nasional). Namun  demikian, secara kontekstual belum memilki kesempatan yang sama untuk memperoleh bantuan dana secara regular dari pemerintah seperti misalnya bantuan operasional sekolah (BOS) dan  bantuan sejenisnya sebagaimana halnya lembaga pendidikan formal.
Adanya bantuan dana dari pemerintah di lingkungan pendidikan non formal dan informal saat ini perolehannya masih diupayakan bersifat kompetitif, seperti misalnya dana block grant untuk kegiatan yang bersifat temporal.
Fenomena inilah yang memberi motivasi PKBM BESTARI untuk melanggengkan kegiatan-kegiatan di PKBM BESTARI yang bertujuan ikut serta mencerdaskan bangsa  dengan tidak selalu bergantung pada dana block grant dan sejenisnya melalui penyelenggaraan kegiatan pra koperasi yang bermitra dengan masyarakat.

B.  Rumusan Masalah
Bagaimana pola mengimplementasikan strategi kemitraan melalui pra koperasi untuk mendukung sumber pendanaan  PKBM?

C.  Tujuan penulisan
Untuk mendeskripsikan upaya PKBM BESTARI dalam rangka melanggengkan kegiatan-kegiatan yang diselenggarakan dengan tidak selalu bergantung pada dana bantuan pemerintah.
Upaya yang dilakukan dalam rangka  merealisasikan program tersebut dengan melakukan program yang bersinergi dengan masyakat yang pada mulanya mengefektifkan WB keaksaraan fungsional

D.  Manfaat
1.    Karya nyata ini diharapkan dapat memberi informasi kepada pemerintah tentang kegiatan pra koperasi yang membantu sumber pendanaan kegiatan-kegiatan di PKBM BESTARI.
2.    Karya nyata ini diharapkan dapat menjadi model bagi lembaga-lembaga sejenis juga praktisi yang berada pada kondisi yang sama dalam mengatasi pendanaan kegiatan lembaga.


BAB II
ANALISIS SITUASI
A.     Profil lembaga
PKBM BESTARI berlokasi di Dusun Catakgayam Utara Desa Catakgayam Kecamatan .Mojowarno Kabupaten Jombang. Berdiri pada tahun 2007 dengan memilki satu kegiatan yang bermitra dengan Yayasan Bustanul Arifin di desa yang sama  berupa program keaksaraan fungsional tingkat dasar dengan perolehan kuota penyelenggaraan KF sebanyak 2 kelompok.
Pada tahun 2008 penyelenggara PKBM BESTARI mendaftarkan lembaganya ke Dinas Pendidikan Jombang dan langsung memperoleh izin penyelenggaraan bersamaan dengan penyelenggaraan Play Group BESTARI.
Pada tahun berikutnya, 2009 PKBM BESTARI  memperoleh kuota untuk menyelenggarakan kegiatan KF sebanyak 10 (sepuluh) kelompok  yang di danai APBN dan APBD I .Diselenggarakan pula  1(satu) kelompok pendidikan kesetraan Paket B yang didanai APBD II. Pada  tahun ini pula, PKBM BESTARI memperoleh Nomor Induk Lembaga (NILEM) 35.1.08.4.1.0009.Kemudian, mencatatkan akte pendirian lembaga ke notaries Siti Asiyah, SH .Akte pendirian lembaga tersebut bernomor 14 yang dikeluarkan pada 20 Pebruari 2009.
Kegiatan PKBM BESTARI dari masa ke masa mengalami peningkatan kegiatan dengan  sumber pendanaan yang tidak selalu bergantung pada respon pemerintah terhadap proposal yang diajukan PKBM BESTARI. Berikut ini grafik perkembangan kegiatan di PKBM BESTARI.
Gambar 1


B.   Kerangka Pikir
 

Gambar  2

Kegiatan-kegiatan PKBM pada dasarnya selalu membutuhkan dana ketika progam-programnya direalisasikan di tengah masyarakat. Sumber pendanaan yang ada di PKBM biasanya juga melalui proses kompetisi  dengan lembaga lain, sehingga kelanggengan kegiatan menjadi terganggu.
Berangkat dari kondisi tersebut, PKBM BESTARI berupaya membuat program yang dapat membantu pendanaan kegiatan lembaga yang diawali dengan pemanfaatan tabungan WB  KF tahun 2009.
Sejalan dengan kebutuhan dana di tengah masyarakat, tabungan WB KF tersebut bergulir ke masyarakat dan aturan serta manajemen kegiatan pra koperasi ini diterima dengan baik oleh masyarakat, sehingga perkembangan pra koperasi ini selalu mengalami peningkatan setiap tahunnya, tidak hanya di kalangan warga belajar tapi juga meluas  di tengah masyrakat.
Dengan banyaknya anggota masyarakat mempercayakan dananya dikelola PKBM BESTARI melalui pokja pemebrdayaan masyarakat, hal ini sangat membantu kegiatan pendanaan kegiatan dari hasil usaha pra koperasi, di samping itu juga bermanfaat untuk membantu kebutuhan dana di masyarakat.Pada gilirannya baik kegiatan PKBM maupun kebutuhan masyarakat, keduanya dapat dipenuhi.
C.           Gagasan utama
a.     Gagasan Dasar
Gagasan PKBM BESTARI menggiatkan program pra koperasi yang pada dasarnya merupakan kerjasama langsung antara lembaga dan masyarakat ini karena keinginan lembaga agar kegiatannya  tidak terputus dan berhenti karena kendala dana yang tidak memadai.

WB KF sebagai  anggota masyarakat  yang pada waktu itu mengenal program KF ketika program KF pertama kali ada di desa Catakgayam melalui PKBM BESTARI, menganggap bahwa tindak lanjut KF adalah untuk meningkatan kondisi ekonomi mereka, akhirnya PKBM BESTARI mengajak para WB KF untuk menabung yang tabungan tersebut dikelola di PKBM BESTARI melalui pokja pemberdayaan masyrakat .

b.    Keunikan
Program pra koperasi yang dikelola pokja pemberdayaan masyrakat ini menjadi salah satu tulang punggung pendanaan PKBM BESTARI dan menjadi competitor koperasi di desa tempat secretariat PKBM BESTARI karena banyak anggota masyarakat yang mempercayakan dananya dikelola oleh PKBM BESTARI dan meminjam pendanaan dari PKBM BESTARI.
Kegiatan pra koperasi ini juga sudah meluas di luar desa Catakgayam (alamat secretariat  PKBM  BESTARI) bahkan di luar kecamatan.
Perluasan pemanfaat jasa pra koperasi ini otomatis menambah pendanaan yang besar pada kegiatan- kegiatan yang diselenggarakan PKBM BESTARI, sehingga bisa menciptakan peluang belajar bagi masyrakat di tataran menengah ekonomi ke bawah seperti yang sudah dilaksanakan adalah pelatihan ketrampilan life skill untuk calon wali murid play group, biaya belajar di play group yang murah bahkan gratis.

c.    keunggulan
Program pra koperasi yang bersinergi dengan masyarakat ini hampir menyamai kegiatan perbankan begitu beberapa masyrakat menyebutnya. Karena :
1.     tidak ada batasan setoran tabungan yang disetor ataupun ditarik
2.    Boleh melakukan pinjaman/ penarikan kredit
3.    Semua kegiatan transaksi keuangan mewajibkan anggotanya untuk disiplin dalam menyetorkan dan mengangsur pinjaman kepada coordinator kelompok, tidak dibenarkan coordinator kelompok mendatangi anggota, tapi anggotalah yang wajib proaktif datang kepada coordinator



BAB III
PELAKSANAAN PROGRAM
A.   Alur Kegiatan
1.    Persiapan, kegiatan ini dimulai pada Oktober 2009  dengan modal tabungan dari WB KF tahun 2009 . Anggota masyrakat yang terlibat kepengurusan adalah sebagian besar dari kader posyandu dengan membawahi sejumlah kurang lebih 100 orang anggota.
2.    Pelaksanaan. Program ini cukup sederhana dalam merealisasikannya, cukup memberitahukan kepada WB KF bahwa tabungannya bisa dipinjam dengan pengembalian pinjaman secara mengangsur tiap minggunya selama 10 minggu. Dalam perjalannnya, anggota masyarakat tertarik dengan pengelolaan dana di PKBM BESTARI sehingga mereka memanfaatkan jasa pra koperasi ini.
3.    Control. Agar dalam pelayanannya bagus dan mengikuti perkembangan di masyarakat ,pra koperasi ini  senantiasa mengalami perubahan aturan untuk menyesuaikan dengan kondisi social ekonomi dan psikologis masyarakat. Karenanya control yang dilakukan dapat berupa rapat koordinasi, turba, pemeriksaan laporan keuangan dan konsultasi dengan dinas terkait.
4.    Evaluasi. Pada hakekatnya, tiap kegiatan yang mengharapkan respon positif dari pihak eksternal (masyarakat) tentunya diperlukan evaluasi pelaksanaan. Adapun tahap evaluasi ini, pra koperasi ini dilakukan melalui rapat evaluasi, public hearing pada saat RAT dan penyikapan terhadap kondisi social, ekonomi dan psikologis masyarakat terhadap manajemen yang diterapkan dalam memberi pelayanan kepada masyarakat.

B.   Waktu kegiatan
Kegiatan ini dilaksanakan transaksinya pada tiap minggu dan Jum’at

C.   Pihak yang terlibat
Pihak-pihak yang terlibat dalam kegiatan ini adalah
1.    Alumni WB KF  2009 sebagai anggota  pra koperasi yang pertama. Mereka memiliki peran yang cukup strategis di awal berdirinya pra koperasi ini, karena merekalah pihak yang mempublikasikan telah diselenggarakannya pra koperasi di PKBM BESTARI, dengan kepercayaannya menabung dan meminjam dana di pra koperasi ini dan  selanjutnya diikuti oleh masyarakat.
2.    Kader posyandu yang juga tutor KF adalah pengurus di tingkat lapangan yang mengkoordinir dan menghimpun dana anggota untuk disetorkan kepada pengurus pusat yaitu di pokja pemberdayaan masyarakat ini.
3.    Seluruh pengurus PKBM BESTARI  sebagian sebagai pengurus pra koperasi sebagian hanya sebagai anggota. Semua pengurus dan pegawai PKBM BESTARI wajib menjadi anggota pra koperasi ini agar meyakinkan masyarakat bahwa dananya aman disimpan di pra koperasi ini.
4.    Wali murid play group BESTARI. Tabungan wali murid juga salah satu sumber permodalan koperasi.
5.    Anggota masyarakat  yang saat ini berjumlah sekitar 517 orang adalah pihak  terbesar yang juga mengantarkan  berkembangnya  kegiatan perkoperasian . Tabungan dan penarikan pinjamannya menyebabkan permodalan koperasi berkembang pesat.
6.    Kegiatan simpan pinjam khusus perempuan dari Program Pengembangan Kecamatan sebagai sumber bantuan modal usaha.

 
Gambar 3
D.   Strategi implementasi
Kegiatan ini dapat dikatakan baru ada di lingkungan desa  PKBM BESTARI karena adanya manajemen yang berbeda dengan lembaga keuangan pada umumnya. Urutan implementasinya adalah sebagaimana tahapan berikut.
PKBM BESTARI menetapkan aturan bahwa
a.    Pengurus pusat adalah orang yang menangani transaksi keuangan tingkat PKBM yang menerima setoran tabungan & angsuran pinjaman serta  menerima pengajuan pinjaman / penarikan tabungan melalui coordinator kelompok.
b.    Coordinator kelompok adalah pengurus yang langsung diambil dari anggota masyarakat yang membawahi 40 anggota di daerahnya.
c.    Pada tiap hari Minggu dan atau Jum’at,para coordinator kelompok menyetorkan tabungan dan angsuran pinjaman anggota juga pengajuan pinjaman atau penarikan tabungan ke pengurus pusat yang bertugas di sekretaris PKBM BESTARI.



BAB IV
HASIL PELAKSANAAN PROGRAM
A.   Deskripsi data
Penyelenggaraan program pra koperasi ini sejak tahun 2009 sampai saat ini mengalami perkembangan yang pesat, baik keterlibatan masyarakat maupun hasil perputaran transaksi keuangan yang dikelola pokja pemberdayaan masyarakat ini dalam membantu pendanaan dana kegiatan lembaga maupun pemenuhan pendanaan di tengah masyarakat yang membutuhkan dana untuk usaha mereka .
Data jumlah anggota masyrakat yang terlibat dalam kegiatan pra koperasi  (terlampir table 1.) Dengan dana yang bergulir di masyrakat sekitar 20jt per minggu ( diterangkan dalam table berupa asset dana per tahun. Table 2)
Adapun kegiatan yang disubsidi pra koperasi ini tertuang dalam table 3 (terlampir). Untuk kegiatan promosi kegiatan ke masyarakat berupa pencetakan kalender, kegiatan social lembaga juga melibatkan pendanaan yang bersumber dari pra koperasi ini. Lihat table 4 (terlampir)

B.   Pembahasan
Mengimplementasikan strategi kemitraan melalui pra koperasi untuk mendukung sumber pendanaan PKBM dengan. urutan implementasinya sebagaimana tahapan berikut.
PKBM BESTARI menetapkan aturan bahwa
1.    Pengurus pusat adalah orang yang menangani transaksi ngankeuangan tingkat PKBM yang menerima setoran tabungan & angsuran pinjaman serta  menerima pengajuan pinjaman / penarikan tabungan melalui coordinator kelompok.
2.    Coordinator kelompok adalah pengurus yang langsung diambil dari anggota masyarakat yang membawahi 40 anggota di daerahnya.
3.    Pada tiap hari Minggu dan atau Jum’at,para coordinator kelompok menyetorkan tabungan dan angsuran pinjaman anggota juga pengajuan pinjaman atau penarikan tabungan ke pengurus pusat yang bertugas di sekretaris PKBM BESTARI.



BAB V
DAMPAK PELAKSANAAN PROGRAM
A.   Dampak Sosial
Penyelenggaraan pra koperasi ini berdampak ke dalam  yaitu dampak yang dirasakan oleh PKBM BESTARI baik bagi kegiatannya maupun pelaksana kegiatan/pengurus PKBM. Diantaranya adalah:
1.    Meningkatkan pola pikir senang bekerjasama mengingat kegiatan ini bersifat manajemen tanggung renteng.
2.    Mendukung kegiatan –kegiatan pelatihan yang diselenggarakan secara local dan singkat
3.    Menopang program kegiatan social di masyrakat, bantuan materi secukupnya (bantuan kursi untuk posyandu, sabun cuci dan sembako di masyrakat sekitar)
4.    Menopang pembiayaan untuk kesejahteraan guru play group dan pengurus PKBM
Sedangkan  dampak keluarnya berupa
1.      Terlayaninya kebutuhan masyrakat terhadap pendidikan anak usia dini yang murah dan terjangkau
2.      Terlayaninya kebutuhan pendidikan kesetaraan gratis (khusus Paket B)
3.      Terlayaninya kebutuhan pendidikan ketrampilan yang dapat ditindaklanjuti dengan pembukaan lapangan kerja bagi masyrakat.
4.      Terlayaninya kebutuhan informasi melalui kegiatan baca buku yang didatangkan PKBM BESTARI berupa TBM keliling yang pendanaannya dari pra  koperasi
B.    Ekonomi
Dampak ekonominya juga dapat dirasakan oleh PKBM dan pengurusnya serta masyrakat sekitar.
Keberadaan pra koperasi tentunya akan terasa sekali pada bidang ekonomi, diantaranya
1.    Peningkatan pendapatan pengurus mengingat mereka semua terlibat dalam kegiatan ini. Mereka memperoleh Sisa Hasil Usaha (SHU) yang diberikan pada akhir tahun anggaran.
2.    Terpenuhinya kebutuhan dana dalam melanjutkan usahanya atau kebutuhan dana ekstra karena adanya kegiatan yang memerlukan dana besar (hajatan pengantin,khitan dan lainnya)  ini dirasakan oleh pengurus dan masyarakat
C.   Budaya
Patut disyukuri pula oleh PKBM BESTARI bahwa pra koperasi ini memotivasi pengurus dan anggota masyarakat untuk berpola pikir dan berprilaku:
1.    Disiplin, karena penyetoran tabungan dan angsuran pinjaman yang melebihi waktu yang disediakan, berdampak pada ditundanya pencairan pinjaman, akhirnya mereka dapat menghargai waktu.
2.    Tepo seliro, manajemen tanggung renteng mewajibkan anggota koperasi tidak bisa seenaknya sendiri mengakses jasa koperasi, mereka mengetahui, apabila pinjaman dananya belum lunas pada waktunya, maka tabungan teman-temannya sebagai jaminan pelunasannya.
3.    Mengurangi budaya menarik pinjaman yang mejerat masyrakat, seperti praktik rentenir.
4.    Mengenalkan pengelolaan keuangan bagi hasil kepada masyrakat.
5.     Semangat kerja keras, karena tersedianya dana pinjman dari pra koperasi ini.






BAB VI
SIMPULAN DAN REKOMENDASI
A.   Simpulan
Mengimplementasikan strategi kemitraan melalui pra koperasi untuk mendukung sumber pendanaan PKBM dengan. urutan implementasinya sebagaimana tahapan berikut.
PKBM BESTARI menetapkan aturan bahwa
1.    Pengurus pusat adalah orang yang menangani transaksi ngankeuangan tingkat PKBM yang menerima setoran tabungan & angsuran pinjaman serta  menerima pengajuan pinjaman / penarikan tabungan melalui coordinator kelompok.
2.    Coordinator kelompok adalah pengurus yang langsung diambil dari anggota masyarakat yang membawahi 40 anggota di daerahnya.
3.    Pada tiap hari Minggu dan atau Jum’at,para coordinator kelompok menyetorkan tabungan dan angsuran pinjaman anggota juga pengajuan pinjaman atau penarikan tabungan ke pengurus pusat yang bertugas di sekretaris PKBM BESTARI.


B.   Rekomendasi
Karya nyata ini kami rekomendasikan kepada
1.    Pemerintah, untuk diujicobakan kepada lembaga pelayanan pendidikan dalam lingkup yang terbatas dengan kondisi sumber pendanaan yang sama dengan PKBM BESTARI
2.     lembaga-lembaga pendidikan yang saat ini belum memperoleh dana bantuan regular misalnya Bantuan Operasional Sekolah (BOS). Lembaga-lembaga tersebut misalnya, TK, RA PAUD,TPQ dan sejenisnya. Sumber dana pra koperasi ini bisa memaksimalkan tabungan para siswa untuk dibuat koperasi simpan pinjam dan atau koperasi serba usaha.

Lampiran
1.    Foto kegiatan PKBM BESTARI yang disubsidi oleh kegiatan pra koperasi
2.    Table data