Kamis, 26 September 2013

IDENTIFIKASI CINTA AGAMA


Pada posisi tertentu, agama terkadang dijadikan dalil untuk menjustifikasi suatu perbuatan yang belum tentu hal itu dikehendaki agamanya. Agaknya, pada posisi seperti ini eksistensi agama itu sendiri tidak boleh dikotori, dicela dan sebagainya. Sebaliknya,agama perlu dibela dan diperjuangkan dengan apa dan bagimanapun caranya, dengan tanpa mempertimbangkan akibat berikutnya terhadap kelangsungan dan ketentraman umat secara keseluruhan dan keagungan agama itu sendiri. Dengan mengatakan bahwa perbuatannya sebagai pembelaan agama, sekelompok orang agaknya telah memiliki akses besar untuk melaksankan tindakannya itu. Entah itu membela agama sebagai pedoman hidupnya atau agama sebagai satu jenis ikatan emosional yang mempersatukan umat yang memiliki keyakinan atau keimanan yang sama. Manifestasi dan akses besar terhadap pembelaan agama ini terbukti di beberapa daerah di Indonesia, sepeerti terjadinya kerusuhan yang bermula pada pertikaian antara orang per orang ‘karena alasan agama’ menjadi pertikaian antar daerah yang memicu kerusuhan yang berkepanjangan. Memang, agama memiliki sensivitas besar pada diri seseorang, tapi agama telah mengehendaki keagungan yang dimotori oleh pengamalan ajaran agama, bukan keagungan yang dibangun dari kemarahan dan saling dendam antar pemeluknya.

(English Version )
LOVE RELIGIOUS IDENTIFICATION
At certain positions, sometimes used religious arguments to justify an act that is not necessarily religious wills it. Presumably, at this position the existence of religion itself should never be polluted, heckled and so on. Instead, religion needs to be defended and fought for what and way, without considering the subsequent effect on the continuity and peace of the people as a whole and the grandeur of the religion itself. By saying that his actions as a defense of religion, a group of people seems to have had great access for implementing the actions. Whether it's defending his religion as a guide or religion as a kind of emotional bond that unites the people who have the same belief or faith. Manifestations and great access to the defense of religion is evident in several regions in Indonesia, sepeerti riots that started in dispute between the individuals 'religious grounds' to inter-regional disputes that triggered prolonged unrest. Indeed, religion has a great sensitivity to one's self, but the religion has led grandeur that was driven by the practice of religion, not the greatness that is built on mutual anger and grudges among its adherents.